Berikut 9 Indikasi Anda Sudah Siap Berinvestasi Secara Finansial
https://www.freepik.com/free-photo/female-working-environment-projects_12168931.htm#fromView=search&page=1&position=2&uuid=c30ae789-2082-4566-9b3c-ef010c16f1fc&query=investasi
Investasi adalah langkah penting untuk mencapai kebebasan finansial, tapi tidak semua orang siap langsung terjun ke dunia ini. Anda harus melakukan evaluasi pada kondisi finansial Anda karena hal ini sangat penting dilakukan sebelum mulai investasi. Pastikan kondisi finansial Anda sudah stabil dan memiliki sumberdaya yang cukup untuk mulai investasi. Mencoba investasi obligasi bisa jadi langkah pertama untuk mulai berinvestasi.
Berikut ini 9 Indikasi Anda Sudah Siap Berinvestasi Secara Finansial
Iklim investasi di Indonesia saat ini sudah semakin kondusif dan memudahkan bagi investor dan calon investor. Investasi adalah salah satu cara untuk mempercepat Anda mencapai kebebasan finansial, karena menabung saja tidaklah cukup. Tapi kapan Anda bisa dibilang siap berinvestasi? Ini beberapa indikator yang bisa dilihat:
1. Anda Memiliki Dana Darurat
Sebelum Anda memasuki dunia investasi, sebaiknya Anda sudah memiliki dana darurat di dalam rekening. Dana ini sangat penting digunakan untuk kebutuhan penting dan tidak terduga yang tidak masuk di dalam rencana keuangan Anda. Misalnya saja untuk biaya berobat, kecelakaan atau kebutuhan anak yang tiba-tiba atau ada hal lainnya yang mendesak. Jika sudah memiliki dana darurat yang cukup, maka Anda tidak akan mudah terguncang oleh masalah finansial.
2. Bebas dari Utang Konsumtif
Ketika Anda memutuskan jadi investor, maka sebelumnya Anda harus sudah memutuskan bahwa sudah tidak memiliki cicilan atau utang konsumtif yang harus dibayar. Jika Anda masih memiliki utang cicilan maka ini akan memberatkan kondisi finansial Anda, dan menyulitkan upaya menyisihkan uang untuk berinvestasi. Lunasi semua utang konsumtif Anda sebelum memutuskan untuk investasi obligasi.
3. Pengeluaran Bulanan Terkendali
Seorang investor pasti memiliki kemampuan mengendalikan pengeluaran bulanannya. Pengendalian pengeluaran biasanya dilakukan dengan membuat budget bulanan. Membuat pos-pos pengeluaran dan konsisten menerapkannya. Dengan disiplin menjalankan budgeting yang sudah dibuat, maka Anda bisa mengendalikan pengeluaran bulanan sesuai dengan tujuan finansial yang sudah ditetapkan.
4. Memiliki Tujuan Keuangan yang Jelas
Jika Anda tahu kemana arah tujuan investasi maka investasi yang Anda lakukan pasti menjadi lebih baik. Dengan memiliki tujuan investasi, akan membuat Anda lebih fokus berinvestasi dan semangat untuk mengejar tujuan tersebut agar tercapai. Tujuan jangka panjang sangat mungkin digapai dengan konsisten berinvestasi, misalnya dana pensiun atau dana kuliah anak. Pastikan Anda menulis dengan lebih rinci dan sesuai realistis tentang apa yang ingin dicapai.
5. Sudah Paham Dasar-dasar Investasi

Paham dasar-dasar investasi adalah sebuah keharusan sebelum Anda mulai berinvestasi. Anda harus paham jika dalam investasi tidak hanya keuntungan yang bisa didapatkan tetapi juga kerugian. Anda harus paham konsep dasar dalam kegiatan investasi agar tidak kaget ketika sudah memasuki dunia investasi, karena terkadang harta yang kita investasikan juga bisa mengalami penurunan nilai.
6. Siap Secara Mental untuk Fluktuasi
Berbeda dengan menabung yang nilai uangnya tetap, dalam investasi akan terjadi fluktuasi setiap waktu. Misalnya saja saham, nilai saham bisa naik dan turun dalam hitungan menit. Hal ini akan berpengaruh pada nilai uang yang Anda investasikan. Sebagai investor Anda harus siap mental menghadapi fluktuasi tersebut. Nilai fluktuasi akan bergantung pada resiko investasi yang Anda pilih.
7. Konsisten Menyisihkan Dana Investasi
Investasi yang memiliki tujuan jangka panjang, harus dilakukan secara konsisten agar tujuan bisa dengan mudah tercapai. Apalagi jika jumlah pendapatan Anda tidak besar, maka Anda perlu berinvestasi dalam waktu yang lama dengan jumlah yang tidak memberatkan kondisi finansial. Anda bisa menyisihkan 10% dari penghasilan setiap bulan untuk berinvestasi selama jangka waktu yang sudah ditentukan.
8. Memiliki Rencana Pensiun yang Jelas
Saat Anda sudah menentukan rencana pensiun dengan jelas, maka artinya Anda sudah memilih langkah besar dalam sebuah perjalanan investasi. Sebuah rencana pensiun memiliki tujuan membuat Anda memiliki tabungan untuk menikmati masa pensiun. Jadi semakin banyak yang Anda sisihkan untuk berinvestasi setiap bulannya, akan semakin besar pula dana pensiun yang bisa Anda nikmati di masa purna tugas nanti.
9. Memahami Instrumen Investasi yang Ada
Sebelum terjun ke dunia investasi, tentu saja Anda harus memahami berbagai instrumen investasi yang bisa digunakan. Secara garis besar ada beberapa pilihan instrumen yang saat ini bisa dipilih seperti investasi saham, investasi obligasi dan investasi reksadana. Ketiganya memiliki karakteristik dan resiko yang berbeda. Anda bisa mempelajari semuanya sebelum mengambil keputusan untuk mulai berinvestasi.
Jika sebagian besar dari indikasi di atas menggambarkan kondisi Anda, maka selamat Anda sudah siap untuk mulai berinvestasi! Jika Anda merasa masih pemula dan termasuk investor konservatif, maka obligasi adalah instrumen yang tepat. Investasi obligasi menawarkan imbal hasil tetap dan risiko yang lebih terukur dibandingkan saham.
Kini, memulai investasi obligasi bisa dengan mudah dilakukan lewat Aplikasi digibank by DBS. Mulai dari nominal terjangkau, tanpa ribet, dan semuanya serba digital. Bagi calon investor cukup menyiapkan uang mulai dari Rp1 juta untuk pembelian obligasi pemerintah.
Bersama digibank by DBS Anda bisa diskusikan tren terkini untuk finansial Anda, mendapatkan panduan finansial dari advisor dan kelas edukasi. Tim ahli yang proaktif dengan strategi terkurasi tajam. Yuk, tangkap momentum 24/7 dengan Aplikasi digibank by DBS. Siapkan masa depan Anda dengan investasi obligasi lewat aplikasi digibank by DBS. Cek informasi selengkapnya di sini.
