December 6, 2021

Indy Ten Point

Indy Ten Point

Terungkap Penyebab Kematian Pesilat Remaja di Klaten saat Latihan, Ternyata Dipukul Pakai Rotan

3 min read

Terungkap penyebab kematian pesilat remaja di Klaten saat latihan. Korban diduga tewas arena dipukul pakai rotan. Remaja tersebut dipukul di bagian dada dan punggung.

Andriyansyah mengatakan juga mengamankan barang bukti lainnya seperti pakaian korban, hasil koordinasi dengan tim forensik, dan kendaraan bermotor "Semua barang tersebut kami amankan dan kami jadikan BB," kata Adriyansyah. Kemudian ia menjelaskan dari hasil pemeriksaan polisi, pada saat latihan ada beberapa kontak fisik terhadap korban.

Dia mengatakan korban menerima kontak fisik pada bagian dada, dan punggung korban. "Pada saat kontak fisik mereka menggunakan rotan," tutur Andriyansyah. Kemudian ia mengatakan seluruh tersangka akan dijerat Pasal 80 ayat 2 dan 3 UU 35/2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman selama 15 tahun penjara.

Lantaran ancamannya seperti itu, tiga tersangka dewasa langsung ditahan. Sedangkan untuk 3 tersangka yang masih dibawah tidak dilakukan penahanan. "Kami akan agendakan tahapan rekontruksi bersama sama tim jaksa penuntut umum (JPU)," paparnya.

Keluarga MRS, remaja yang tewas dalam sebuah latihan silat di Palar, Klaten, 4 April 2021 lalu menceritakan perubahan yang dialami MRS setelah ikut latihan silat Dona Hendrawan (27) Kakak Ipar korban mengaku, MRS sempat mengeluh sakit usai latihan. Padahal, sebelum ikut silat, adik iparnya itu dalam kondisi segar bugar.

Dona Hendrawan (27) kakak ipar korban mengatakan korban sempat mengeluh sakit nyeri di bagian dadanya usai latihan beberapa hari yang lalu. "Beberapa hari yang lalu korban pernah mengeluh ke istri saya, habis latihan, korban rasakan nyeri di dada," lanjut Dona, Rabu, (7/4/2021). Dona mengatakan korban sudah mengikuti silat ini selama 6 bulan lalu.

Dia mengaku semasa korban masih hidup, korban dalam kondisi tidak sakit. Tapi, tiba tiba malah meninggal dunia selepas ikut latihan silat. "Korban mulai masuk perguruan silat sudah 6 bulan lalu, akhir akhir ini korban tidak mengidap penyakit sebelum meninggal,"ucap Dona.

Selain itu, dia meminta polisi mengusut tuntas kasus yang dialami adik iparnya hanya meminta keadilan semata. Lanjut, Dona juga mengatakan tujuan melanjutkan kasus tersebut bukan karena mencari kemenangan semata. Dia mengatakan meminta polisi lanjutkan kasus tersebut dan memprosesnya agar menjadi pembelajaran juga bagi organisasi silat lainnya.

"Kami hanya ingin semua organisasi bela diri untuk berubah lebih baik, karena banyak yang korban akibat pola organisasi yang kurang baik," harapnya. Sebelumnya diberitakan,Jenazah MRS (15) tiba di Makam Kulon Klege, Desa Srebegan, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Minggu (4/4/2021) sekira pukul 18.00 WIB. Keluarga pun tak dapat menahan tangis saat mobil pembawa jenazah MRS, pesilat yang tewas saat latihan dikeluarkan dari mobil.

Kedatangan mobil tersebut disambut keluarga dan kerabat mendiang. Peti jenazah langsung dibawa ke liang lahat. Tak terkecuali, kakak almarhum, Ika Nesti.

Rasa kehilangan yang mendalam tidak bisa ditutupi Ika. "Adikku, ingin lihat adikku," suara Ika terdengar saat berjalan mendekat ke pemakaman adiknya. Saat pemakaman adiknya selesai, Ika dan keluarga terlihat berdoa di samping makam.

Tak lupa Ika juga mendatangi kuburan kerabatnya. Ika Nesti, seorang remaja putri di Srebegan, Ceper, Klaten, menangis histeris, Minggu (4/4/2021) pagi. Ia tak menyangka, melihat adik kesayangannya, MRS (15) sudah dalam kondisi tak bernyawa.

Adiknya pulang latihan silat sudah tinggal jenazah. Yang memilukan, Ika tinggal sendirian di rumah itu bersama adiknya. Ayah mereka bekerja di Kalimantan.

Sementara sang ibu telah tiada. Ika pun terpukul, tak bisa menerima kenyataan bila adik kesayangannya itu melepas nyawa di arena latihan perguruan silat. Keluarga dan tetangga juga menyesalkan kelompok perguruan silat yang diikuti oleh MRS.

Orang dari perguruan silat tidak ada yang memberitahukan kronologi meninggalnya MRS. Tiba tiba, MRS diantar ke rumah oleh pihak rumah sakit sudah dalam kondisi tak bernyawa. Saat ini keluarga juga sedang melakukan autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara, Polda DIY, Minggu (4/4/2021).

Tetangga korban, Arif mengatakan, keluarganya mendapatkan kabar saat jenazah tiba di rumah duka. Dia mengatakan, MRS sendiri masih duduk di bangku kelas 3 MTs Negeri Srebengan, Ceper, Klaten. Selama ini, korban dikenal sebagai anak yang pendiam dan rajin membantu keluarga dan tetangga.

"Dia itu baik banget tidak neko neko, kalau dimintai tolong langsung mau," ungkap Arif, Minggu (4/4/2021). Momen terakhir Arif bertemu MRS yakni pada Sabtu (3/4/2021) sore. Biasanya MRS berangkat latihan pukul 20.00 WIB dan pulang saat hampir subuh.

MRS ikut latihan silat di lapangan Palar, Desa Palar, Kecamatan Trucuk, Klaten, pada Sabtu (3/4/2021). Keluarga Korban, Ayu Cahyadi mengatakan, keluarga sebelumnya tidak diberikan kabar meninggalnya MRS ini. Pukul 07.00 WIB jenazah tiba tiba datang dari rumah sakit.

Saat ini jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Jogja atas permintaan kakak korban. Sebelumnya, keluarga sudah melarang agar MRS tidak ikut latihan silat tersebut. "Dulu awal latihan MRS sempat dicegah ayahnya agar tak ikut latihan," kata dia.

Namun, MRS bersikeras untuk ikut latihan tersebut, akhirnya sang ayah mengizinkan. "MRS sudah satu tahun ikut anggota perguruan silat," paparnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *